Mitsubishi Xpander Naik Daun, SPK Nasional Meningkat, Ekspor Dipastikan Mundur

1663
Mitsubishi Xpander.

Otomedan.net | Bekasi
Meningkatnya jumlah total pesanan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) Mitsubishi Xpander yang masuk ke Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dipasaran domestik (tanah air), dipastikan ekspor kebeberapa negara di Asia bakal mundur.

Sebelumnya, Mitsubishi Motors menargetkan ekspor dilakukan pada Februari 2018. Namun, tingginya permintaan domestik membuat rencana ekspor dijadwal ulang.

Hal ini dipastikan Irwan Kuncoro, Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di sela-sela peresmian dealer Mitsubishi khusus kendaraan penumpang di Pekayon, Bekas, Jawa Barat, Selasa (23/1/2018) yang menyatakan ekspor kenegara yang sudah masuk dalam perencanaan, seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, Afrika Selatan, dan sejumlah negara Amerika Selatan, akan mundur hingga pertengahan tahun.

“Kemungkinan ekspor dilakukan mulai pertengahan tahun. Dari negara tujuan ekspor itu, Filipina memiliki kemiripan karakter dengan masyarakat Indonesia. Potensinya besar,” ujar Irwan yang dilansir dari tempo.

Menurut Irwan, dari data SPK Nasional yang masuk sebesar 50 ribu unit, yang didominasi tipe Ultimate kontributor utama dengan jumlah pesanan lebih dari 50 persen. Berdasarkan hal itu, tipe Ultimate difokuskan untuk diproduksi terlebih dahulu yang bertujuan memperpendek masa inden.

Sejak memperkenalkan model MPV pada Agustus tahun lalu, MMKSI agresif membuka dealer khusus penumpang di berbagai kota di Indonesia. Yang terbaru adalah meresmikan dealer khusus mobil penumpang di Pekayon, Bekasi.

Dealer ini merupakan dealer ke-109 tahun fiskal 2017. “Hingga akhir tahun fiskal pada Maret 2018 nanti, kami menargetkan dealer khusus mobil penumpang Mitsubishi sebanyak 115 dealer,” tuturnya.

Sebelumnya, Mitsubishi Indonesia akan mendorong terus produksi Mitsubishi Xpander dari 5.000 unit per bulan menjadi 7.000 unit. Hal tersebut untuk memenuhi permintaan mobil Small MPV yang telah membukukan 50 ribu surat pemesanan kendaraan itu. Disamping itu, produksi Mitsubishi Pajero Sport juga akan dioptimalkan.

Irwan menjelaskan bahwa penambahan produksi itu tidak akan memangkas waktu indent kendaraan secara drastis, namun cukup membantu mempercepat produksi Xpander. Mitsubishi Indonesia juga memperkenalkan Pajero Sport Exceed 4×2 AT dengan perubahan antara lain jok kulit, velg 18 inci dan spoiler belakang. Sedangkan tipe GLX 4×4 MT dilengkapi pengaturan AC digital otomatis.

Harga Pajero Sport Exceed 4×2 AT terbaru pun naik menjadi Rp467 juta dari versi sebelumnya. Sedangkan GLX 4×4 MT dibanderol Rp509 juta berstatus On The Road Jakarta. Dengan bertambahnya dua varian tersebut, maka pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) di Bekasi, Jawa Barat, akan memproduksi lima varian Pajero Sport, Mitsubishi Xpander, serta mobil niaga L300.

Sumber : Tempo